Fish

Jumat, 30 Maret 2012

Hak & Kewajiban Dalam Etika Profesi


Hak & Kewajiban Dalam Etika Profesi
By : Rama

*      PENGERTIAN HAK
§   Tuntutan seseorang terhadap kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan, moralitas dan Legalitas.
§   Merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorangMempunyai hak terhadapnya. (C. Fagin, 1975)
§   Dari Sudut Hukum: mempunyai atau memberi Kekuasaan tertentu untuk mengendalikan situasi
§   Dari sudut pribadi : mengatur kehidupan seseorang berdasarkan Konsep benar atau salah, baik atau buruk yang ada Di lingkungan tempat ia hidup dan tinggal dalam kurun waktu tertentu

*     Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep pribadi dari hak-hak seseorang :
§  Hubungan sosial dengan keluarga, antar keluarga, maupun dengan lingkungan
§  Pendidikan dari orang tua
§  Kebudayaan
§  Informasi yang diperoleh

*      PERANAN HAK
1.          Hak dapat digunakan sebagai pengekspresian kekuasaan dalam konflik antara seseorang dengan kelompok.
2.         Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu tindakan.
3.         Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Seseorang seringkali dapat menyelesaikan suatu perselisihan dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain.

*      JENIS HAK
1.          Hak-Hak Kebebasan
Hak mengenai kebebasan diekspresikan sebagai hak orang-orang untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang ditentukan (Fromer, 1981).
2.         Hak-Hak Kesejahteraan
Hak-hak yang diberikan secara umum untuk hal-hal yang merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan atau wilayah tertentu. Misalnya, hak pasien untuk memperoleh asuhan keperawatan, hak penduduk untuk memperoleh air yang bersih, dan lain-lain.

3.         Hak-Hak Legislatif
Hak-hak legislatif diterapkan oleh hukum berdasarkan konsep keadilan. Misalnya, seorang wanita mempunyai hak legal untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. Badman dan Badman (1986), menyatakan bahwa hak-hak legislatif mempunyai empat peranan di masyarakat, yaitu membuat peraturan, mengubah peraturan, membatasi moral terhadap peraturan yang tidak adil, memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan perselisihan.
*     5 Syarat yg mempengaruhi penentuan hak-hak seseorang
1.          Kebebasan untuk menggunakan hak yang dipilih oleh seorang lain, orang yang bersangkutan tidak dapat disalahkan atau dihukum karena menggunakan atau tidak menggunakan hak tersebut.
2.         Individu mempunyai tugas untuk memberi kemudahan kepada orang lain dalam menggunakan haknya.
3.         Hak sesuai dengan prinsip keadilan, yaitu persamaan, tidak memihak, kejujuran.
4.         Hak dapat dilaksanakan.
5.         Apabila suatu hak membahayakan dikesampingkan atau ditolak, orang tersebut diberi kompensasi.

*      HAK DAN KEWAJIBAN
*   Hak Klien/ Pasien
*   Kewajiban Klien/ Pasien
*   Hak Perawat
*   Kewajiban Perawat
*   Hak-hak kelompok khusus :
o  Individu dengan cacat fisik & mental
1.          Hak mendapatkan penghargaan & martabat sebagai manusia sehingga dapat menikmati kehidupan sepenuhnya & sebaik mungkin.
2.         Hak sebagai penduduk & berpolitik sesuai kemauan & kemampuannya.
3.         Hak atas tindakan yang telah ditetapkan agar mereka dapat percaya diri.
4.         Hak memperoleh tindakan atau pengobatan medis, psikologis, fungsional (penggunaan alat bantu) seperti prostesa, rehabilitasi, social, pendidikan, dan sebagainya, yang memungkinkan dikembangkannya kemampuan dan atau keterampilan secara maksimal agar dapat mempercepat proses integrasi dan reintegrasi social.
5.         Hak memperoleh kesejahteraan social & ekonomi pada tingkat kehidupan yang layak ( sesuai dengan kemampuannya untuk mendapatkan pekerjaan).
6.         Hak mendapatkan kebutuhan spesifik & harus dipertimbangkan dalam semua tingkat perencanaan baik social atau ekonomi.
7.         Hak untuk tinggal bersama keluarga atau orang tua angkat & berpatiripasi dalam kegiatan social, kreatif, atau rekreasi.
8.         Hak mendapatkan perlindungan terhadap hal-hal yang menyangkut diskriminasi atau tindakan kejam dari pihak lain.
9.         Mereka harus mampu menggunakan kesempatan & memanfaatkan bantuan hukum apabila bantuan tersebut diperlukan untuk pribadi atau mempertahankan hak-hak yang dimilikinya.
10.     Organisasi orang cacat dapat berkonsultasi kepada instansi atau lembaga terkait mengenai hal-hal yang menyangkut hak-hak mereka.
11.       Orang-orang dengan kecacatan, keluarga, dan masyarakat harus diberikan informasi tentang hak-hak mereka.
o  Individu yg akan meninggal
1.          Hak diperlakukan sebagaimana manusia yang hidup sampai ajal tiba.
2.         Hak mempertahankan harapannya, tidak peduli apapun perubahan yang terjadi
3.         Hak mendapatkan perawatan yang dapat mempertahankan harapannya, apapun perubahan yang terjadi.
4.         Hak mengekspresikan perasaan & emosinya sehubungan dengan kematian yang sedang dihadapinya.
5.         Hak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan perawatannya.
6.         Hak memperoleh perhatian dalam pengobatan & perawatan secara berkesinambungan, walaupun tujuan penyembuhannya harus diubah menjadi tujuan memberikan rasa nyaman.
7.         Hak untuk tidak meninggal dalam kesendirian.
8.         Hak untuk bebas dari rasa sakit.
9.         Hak untuk memperoleh jawaban atas pertanyaannya secara jujur.
10.     Hak untuk memperoleh bantuan dari perawat atau medis untuk keluarga yang ditingggalkan agar dapat menerima kematiannya.
11.       Hak untuk meninggal dalam damai &bermartabat.
12.      Hak untuk tetap dalam kepercayaan atau agamanya dan tidak diambil keputusan yang bertentangan dengan kepercayaan yang dianutnya.
13.      Hak untuk memperdalam dan meningkatkan kepercayaannya, apapun artinya bagi orang lain.
14.      Hak untuk mengharapkan bahwa kesucian raga manusia akan dihormati setelah yang bersangkutan meninggal.
15.      Hak untuk mendapatkan perawatan dari orang yang professional, yang dapat mengerti kebutuhan dan kepuasan dalam menghadapi kematian.
o  Individu dengan retardasi mental
1.          Hak menunjukkan tingkat maksimum dari kemampunnya yang sama dengan orang lain.
2.         Hak memperoleh asuhan medis, fisioterapi, pendidikan, latihan, rehabilitasi, serta bimbingan yang tepat, yang sesuai dengan kemampuan & potensinya yang maksimal.
3.         Hak memperoleh standar hidup yang layak dan keamanan dalam hal ekonomi dan berhak melakukan pekerjaan yang produktif sesuai dengan kemampuannya.
4.         Hak untuk tinggal bersama keluarga atau orang tua angkat dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk kehidupan dalam masyarakat secara layak, bila mungkin.
5.         Hak atas penjagaan apabila diperlukan untuk melindungi diri dan kepentingannya.
6.         Hak mendapatkan perlindungan atas tindakan kekerasan, apabila dituntut atas suatu pelanggaran, ia berhak mendapatkan pertimbangan hukum & pengakuan penuh terhadap derajat tanggung jawab mentalnya.
7.         Apabila mereka tidak mempunyai kemampuan karena keadaan cacatnya yang berat, mereka dapat dilatih untuk memahami hak mereka melalui prosedur yang berlaku yang didasarkan pada evaluasi seorang ahli.
8.         Hak memperoleh perawatan, bila diperlukan, dari orang yang berpengetahuan dan mengerti akan kebutuhannya serta dapat membantu dalam menghadapi kesulitan memperoleh pengakuan terhadap dirinya.
o  Wanita hamil
1.          Wanita hamil berhak memperoleh informasi tentang obat yang diberikan kepadanya & pelaksanaan prosedur oleh petugas kesehatan yang merawatnya, terutama yang berkaitan dengan efek-efek yang mungkin terjadi secara langsung maupun tidak langsung, risiko bahaya yang mungkin terjadi pada diri atau bayinya selama masa kehamilan, melahirkan, dan laktasi.
2.         Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang hal-hal yang menyangkut persiapan kelahirandan cara-cara mengatasi ketidaknyamanan dan stress serta informasi sedini mungkin tentang kehamilan.
3.         Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang obat-obatan yang diberikan kepadanya serta pengaruhnya secara langsung maupun tidak langsung terhadap bayi yang dikandungnya.
4.         Wanita hamil yang akan dioperasi sesar, sebaiknya diberi premedikasi sebelum operasi.
5.         Wanita hamil berhak untuk memperoleh informasi tentang pengaruh terhadap fisik, mental, maupun neurologis terhadap pertumbuhan bayinya.
6.         Wanita hamil berhak untuk mengetahui nama obat & nama pabriknya, bila diperlukan, sehingga dapat memberikan keterangan kepada petugas kesehatan yang professional bila terjadi reaksi terhadap obat tersebut.
7.         Wanita hamil berhak untuk membuat keputusan tentang diterima atau ditolaknya suatu terapi yang dianjurkan setelah mengetahui kemungkinan risiko yang akan terjadi pada dirinya, tanpa tekanan dari pihak lain.
8.         Wanita hamil berhak untuk mengetahui nama & kualifikasi orang yang memberikan obat atau melakukan prosedur selama melahirkan.
9.         Wanita hamil berhak untuk memperoleh informasi tentang keuntungan suatu prosedur bagi bayi & dirinya sesuai indikasi medis.
10.     Wanita hamil berhak untuk didampingi oleh orang yang merawatnya selama dalam keadaan stress persalinan.
11.       Setelah melakukan konsultasi medis, wanita hamil berhak untuk memilih posisi melahirkan yang tidak menimbulkan stress bagi diri sendiri maupun bayinya.
12.      Wanita hamil berhak untuk meminta agar perawatan bayinya dilakukan satu kamar dengannya, bila bayinya normal dan dapat member minum bayinya sesuai kebutuhan, dan bukan menurut aturan rumah sakit.
13.      Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang orang yang menolong persalinannya serta kualifikasi profesionalnya untuk kepentingan surat keterangan kelahiran.
14.      Wanita hamil berhak untuk mendapatkan informasi tentang kondisi diri sendiri dan bayinya yang dapat menimbulkan masalah atau penyakit di kemudian hari.
15.      Wanita hamil berhak atas dokumen lengkap tentang diri dan bayinya, termasuk catatan perawat yang disimpan selama kurun waktu tertentu.
16.      Wanita hamil berhak untuk menggunakan dokumen medis lengkap, termasuk catatan perawat dan bukti pembayaran selama dirawat di rumah sakit.
o  Individu Lansia
1.          Hak untuk diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai harga diri & martabat.
2.         Hak menikmati kehidupan pada masa tua, tanpa tekanan.
3.         Hak mendapatkan perlindungan dari keluarga dan instansi yang berwenang.
4.         Hak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal.
5.         Hak untuk tinggal dilingkungan keluarga atau panti, bila ia menginginkannya.
6.         Hak memperoleh pendidikan yang dibutuhkannya untuk menghabiskan sisa hidupnya, misalnya pendidikan agama dan sebagainya.
7.         Hak berekreasi dan mengatur hobinya, bila diinginkan.
8.         Hak untuk dihargai dan menghargai dirinya dan orang lain.
9.         Hak menerima kasih saying dari anak, keluarga, dan masyarakat.

o  Anak-anak 
1.          Anak berhak mendapatkan perlindungan fisik maupun mental sejak dalam kandungan sampai dengan lahir dan sesuai dengan perkembangannya.
2.         Anak berhak untuk dihargai bagaimanapun keberadaannya secara fisik maupun mental.
3.         Anak berhak memperoleh kasih saying dari kedua orang tuanya dan anggota keluarga yang lain.
4.         Anak berhak memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan kemampuan keluarga atau ketentuan & kebijakan dari suatu lembaga pemerintahan yang ada.
5.         Anak berhak berkomunikasi dan mengemukakan pendapat atau alasan yang benar sesuai dengan kemampuan dan usianya.
6.         Anak berhak memperoleh kesempatan bermain dan mengemukakan pendapat atau alasan yang benar sesuai dengan kemampuan dan tingkat usianya.
7.         Anak berhak untuk tumbuh dan bekembang secara optimal, memperoleh gizi yang adekuat, rekreasi, dan perawatan serta pengobatan bila membutuhkannya.
8.         Anak berhak menolak untuk dipekerjakan seperti orang dewasa dalam mencari nafkah
9.         Anak berhak diperlakukan dengan baik, sopan, dan terhindar dari tindakan kekejaman atau eksplorasi.
10.     Anak berhak memperoleh perlindungan hukum apabila diperlukan dalam penyelesaian masalah pidana maupun perdata yang dilakukan terhadap dirinya.

* Hak & kewajiban menurut UU RI, no. 23 thn 1992
   BAB I
  Pasal 1, ayat (1)
     Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis.
    
     BAB III Hak dan Kewajiban
    Pasal 4
     Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat kesehatan yang optimal.
     Pasal 5
     Setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara & meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan lingkungannya.
    
     BAB V Upaya Kesehatan
    Bagian kedua: Kesehatan Keluarga
     Pasal 12
     Ayat (1):
     Kesehatan keluarga diselenggarakan untuk mewujudkan keluarga sehat, kecil, bahagia, dan sejahtera.
     Ayat (2):
     Kesehatan keluarga meliputi kesehatan suami-istri, anak, dan anggota keluarga lainnya.
    
     BAB VI Sumber Daya Kesehatan
    Bagian kedua: Tenaga Kesehatan
    Pasal 53
    Ayat (1):
     Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
     Ayat (2):
     Tenaga kesehatan, dalam melakukan tugasnya, berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.
     Pasal 54
    Ayat (1):
     Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin.
     Ayat (2):
     Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kelalaian, ditentukan oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan.
                
*     Kerentanan klien thd penyakit
Kerentanan klien terhadap penyakit dapat terjadi karena:
1.          Pada waktu seseorang sakit, ia sering tidak mampu menyatakan hak-haknya seperti pada waktu sehat.
2.         Untuk dapat menyatakan haknya, seseorang memerlukan energi dan kesadaran akan hak tersebut.
3.         Seseorang yang lemah dan terikat oleh penyakit yang dideritanya mungkin tidak mampu untuk menyatakan haknya.
4.         Setiap orang/klien tidak selalu menyadari hak-hak mereka karena lingkungan kesehatan yang tidak mereka kenal/mereka ketahui.
5.         Kebutuhan untuk merahasiakan informasi tentang kesehatan klien mungkin tidak ada & mungkin tidak pernah terpikirkan.

*     Kompleksitas hubungan dalam tatanan asuhan keperawatan
                 Kompleksitas & macam-macam hubungan asuhan kesehatan dapat meningkatkan kebutuhan akan hak-hak pasien/klien.
                 Pola baru tentang hubungan asuhan kesehatan muncul akibat beberapa kekuatan masyarakat, antara lain:
ü  Konsumen yang lebih berpengetahuan (berpendidikan tinggi).
ü  Pengakuan dari gaya hidup orang sakit (keadaan prilaku orang sakit) yang menuntut agar haknya selaku pasien/klien dapat diakui.
ü  Dewasa ini, tujuan asuhan kesehatan & keperawatan adalah mengembalikan otonomi dan kemandirian klien
ü  Menerima asuhan kesehatan/keperawatan secara optimal sebagai tanggung jawab bersama antara pemberi asuhan, klien, dan masyarakat.

*     Faktor-faktor yang mempengaruhi pernyataan hak klien
o    Meningkatnya kesadaran konsumen mengenai hak asuhan kesehatan dan lebih besarnya partisipasi dalam merencanakan asuhan tersebut.
o    Meningkat jumlah malpraktik yang dipublikasikan sehingga menggugah kesadaran masyarakat.
o    Legislasi yang telah ditetapkan sebelumnya melindungi hubungan, seperti atasan-bawahan dan hak manusiawi serta legislasi kesamaan hak-hak secara umum.
o    Konsumen menyadari tentang peningkatan jumlah pendidikan dalam bidang kesehatan dan penggunaan klien sebagai objek atau tujuan pendidikan, dan bila pasien tidak berpartisipasi apakah akan mempengaruhi mutu asuhan kesehatan atau tidak.

*      HAK KLIEN/PASIEN
National League for Nursing (1997) meyakini bahwa hak Klien/ pasien adalah
1.          Hak memperoleh asuhan kesehatan sesuai standar professional tanpa memandang tatanan kesehatan yang ada.
2.         Hak untuk diperlakukan secara sopan dan santun, serta keramahan dari perawat yang bertugas tanpa membedakan ras, warna kulit, derajat di masyarakat, jenis kelamin, kebangsaan, politis, dan sebagainya.
3.         Hak memperoleh informasi tentang diagnosis peyakitnya, prognosis, pengobatan, termasuk alternatif asuhan yang diberikan, resiko yang mungkin terjadi agar pasien & keluarganya memahami dan dapat memberikan persetujuan atas tindakan medis yang akan dilakukan terhadapnya.
4.         Hal legal untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan  tentang asuhan keperawatan yang akan diberikan padanya
5.         Hak menolak observasi dari tim kesehatan yang tidak terlibat langsung dalam asuhan kesehatannya
6.         Hak atas privacy
7.         Hak menolak pengobatan atau menolak partisipasi dalam eksperimen yang dilakukan tanpa jaminan hukum
8.         Hak atas asuhan kesehatan yang berkelanjutan
9.         Hak menerima pendidikan atau instruksi yang tepat dari petugas kesehatan
10.     Hak atas kerahasiaan dokumen serta hasil komunikasi  maupun tulisan tentang dirinya.


*      KEWAJIBAN
Kewajiban adalah seperangkat tanggungjawab seseorang untuk melakukan sesuatu yang memang harus dilakukan, agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan haknya

*     Kewajiban Klien/ Pasien
Adapun kewajiban klien/ pasien itu sendiri adalah:
1.          Klien/pasien dan keluarganya wajib mentaati peraturan dan tatatertib institusi pelayanan kesehatan dan perawatan yang diberikan padanya
2.         Wajib mematuhi kebijakan dari dokter maupun perawat atau timkesehatan lain yang secara resmi terlibat dalam perawatannya
3.         Klien/pasien dan keluarganya wajib memberikan informasi tentang keadaan klien secara tepat dan jujur kepada petugas kesehatan yang akan merawatnya
4.         Klien/pasien dan keluarganya wajib bertanggungjawab atas penyelesaian biaya pengobatan, perawatan ataupun pemeriksaan yang berhubungan selama ia dirawat.
5.         Klien/pasien dan keluarganya wajib mematuhi segala sesuatu kesepakatan yang telah disetujui bersama tim kesehatan atau institusi  palayanan kesehatan sebelumnya

*      HAK PERAWAT
1.          Perawat  berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam pelaksanaan tugasnya
2.         Perawat  berhak mengembangkan diri sesuai kemapuannya dan peraturan yang berlaku
3.         Perawat  berhak menolak keinginan klien untuk tindakan yang bertentangan dengan aturan/ hukum
4.         Perawat  berhak mendapatkan informasi lengkap dari klien dan atau keluarganya tentang data klien
5.         Perawat  berhak diperlakukan secara adil dan jujur oleh klien dan keluarganya, tim kesehatan lain ataupun institusi tempat kerjanya
6.         Perawat  berhak mendapatkan perlindungan terhadap resiko kerja yang dapat menimbulkan bahaya fisik atau stress emosional
7.         Perawat  berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan penetapan kebijakan pelayanan kesehatan
8.         Perawat  berhak menolak dipindah tugaskan yang bertentangan dengan standar profesi atau hukum
9.         Perawat  berhak mendapatkan imbalan atas dari jasa profesi sesuai perjanjian atau aturan
10.     Perawat  berhak memperoleh kesempatan pengembangan karier sesuai bidang profesinya.


*      KEWAJIBAN PERAWAT
1.          Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan (tempat kerjanya)
2.         Perawat wajib memberikan pelayanan keperawatan sesuai standar profesi dan atau institusi tempat kerja
3.         Perawat wajib menghormati hak- hak klien
4.         Perawat wajib merujuk klien ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih lengkap atau orang  yang lebih berkompeten jika dibutuhkan sesuai kondisi klien
5.         Perawat wajib memberikan  kesempatan klien untuk berhubungan dengan keluarganya, sesuai aturan
6.         Perawat wajib memberikan kesempatan klien untuk beribadah sesuai agamanya
7.         Perawat wajib berkolaborasi dengan tim kesehatan lain jika diperlukan sesuai prosedur
8.         Perawat wajib memberikan informasi pada klien atau keluarganya tentang tindakan yang akan dilakukan
9.         Perawat wajib meningkatkan mutu pelayanan keperawatan  sesuai standar profesi
10.     Perawat wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien
11.       Perawat wajib mengikuti perkembangan Iptek keperawatan atau kesehatan secara umum
12.      Perawat wajib memberikan pelayanan darurat kepada siapapun yang membutuhkan sesuai batas kemampuannya atas pertimbangan kemanusiaan
13.      Perawat wajib menjaga kerahasiaan klien sesuai kesepakatan atau peraturan yang ada
14.      Perawat wajib memenuhi hal- hal yang telah disepakati bersama klien, tim kesehatan lain ataupun institusi pelayanan kesehatan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar